Sebuah Keputusan
Oleh : Hairi Yanti
“Minggu depan aku kembali ke Balikpapan.” Killa mengamati reaksi
Ardi yang duduk di depannya. Ardi terlihat berhenti mengunyah, memandangnya
sekilas kemudian kembali melanjutkan makannya.
“Kapan resign?”
Ardi bertanya tanpa memandang Killa. Sementara piring di depan Killa sudah
bersih. Killa sudah menghabiskan makanannya sebelum Ardi datang. Ardi terlambat
datang ke tempat mereka berjanji untuk makan siang bersama dengan alasan klasik
untuk penduduk kota ini : macet. Itu pun Killa sudah sangat bersyukur, mereka
bisa bertemu di tengah kepungan pekerjaan yang padat setiap harinya.
“Lusa hari terakhirku di kantor.” Killa menjawab. Pemberitahuan resign sudah dia layangkan sebulan yang
lalu. Sesuai ketentuan dari tempat perusahaan dia bekerja. Setiap karyawan yang
resign harus memberitahu satu bulan sebelumnya. Agar pekerjaan bisa dialihkan
ke penggantinya tanpa menganggu deadline
pekerjaan yang ada.