Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2020

Terima Kasih Allah untuk Fiksi Anak Terbaik Islamic Book Award 2020


Jum'at, 14 Februari 2020 saat kabar itu saya terima, Terima Kasih Allah yang menjadi Fiksi Anak Terbaik Islamic Book Award 2020. Saya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja saat itu. Masih dalam suasana berduka yang teramat sangat karena meninggalnya nenek saya, plus ditambah kabar hasil MCU suami saya yang tidak baik-baik saja. Hasil MCU itu membuat saya teringat akan hasil dua tahun yang lalu yang membuat saya trauma parah. Saya down, tak menyangka juga ternyata saya serapuh itu 😅 Semangat hidup saya seolah menguap. Sedikit makan, sedikit tidur, banyak menangis.

Saat saya mencoba mengumpulkan keping-keping semangat. Bilang ke suami kalau kita harus mengatur pola makan. Saya pun beranjak ke supermarket, membeli beberapa makanan untuk menunjang perubahan pola makan itu. Mungkin karena sedikit makan, sedikit tidur dan banyak menangis itu berkeliling dua supermarket saya jadi lemes. Saya pun melipir sebentar ke sebuah kedai donat untuk membeli segelas kopi di sana.

Selasa, 05 November 2019

Menyerbu Sarang Big Bad Wolf Balikpapan


Kamis, 31 Oktober 2019 dengan resmi Big Bad Wolf Balikpapan dibuka. Dari beberapa hari sebelumnya saya dan teman-teman sudah merencanakan untuk datang di hari tersebut. Selain opening ceremony pada hari tersebut juga ada preview day, yaitu penjualan 1 hari sebelum hari H di mana yang bisa masuk ke sana adalah pemegang preview pass. Berhubung pada saat konfrensi pers BBW saya dan teman-teman diberikan preview pass, maka kami pun bersemangat untuk datang.
Big Bad Wolf hadir di Balikpapan

Selasa, 29 Oktober 2019

Menanti Big Bad Wolf Balikpapan, Pertama di Kalimantan


         
BBW Balikpapan 1-10 November 2019
 Sekitaran awal tahun kalau saya tak salah ingat, beredar sebuah sebaran yang menyebutkan kalau Balikpapan menjadi salah satu kota yang akan diadakan Big Bad Wolf  Book Sale (Selanjutnya disingkat BBW). Acaranya tersendiri saat itu dijadwalkan tanggal 30 Agustus – 9 September 2019.

Selasa, 23 April 2019

Hari Buku Sedunia, Maaf, Aku Jenuh Padamu



            Dulu cintaku, banyak padamu
Entah mengapa, kini berkurang
Jenuh – Rio Febrian
Foto dari Pixabay

Suatu hari saya membaca sebuah tweet dari akun fanbase bulutangkis yang bilang dia sedang jenuh. Jenuh pada bulutangkis dan semangatnya tak semenggebu dulu dalam mengikuti perkembangan bulutangkis. Kalau dulu dia begitu semangat setiap pekan dan setiap ada turnamen, kemudian dia hanya sekadar tahu… “Oh, ini juara. Ini kalah lagi.” Begitu saja.

Rabu, 10 Januari 2018

Mengulik Premis pada Novel Love Catcher

__ Tidak ada yang abadi di dunia ini, tidak juga kesetiaan - Gaby (Hal. 149)__
 
Love Catcher - Riawani Elyta
Love Catcher karya mbak Riawani Elyta adalah buku perdana yang saya selesaikan membacanya di tahun 2018 ini. Novel yang konflik di dalamnya menerbangkan saya pada ingatan tentang sebuah workshop menulis yang pernah saya ikuti di Balikpapan dulu. Pada workshop itu, para peserta diajarkan tentang membentuk premis yang kuat sebagai langkah awal untuk menulis sebuah cerita.

Premis itu beda dengan ide cerita walau pada ujungnya dianggap sama. Premis lebih diartikan sebagai permasalahan dasar yang ingin dijadikan cerita. Pengertian tentang premis saya dapatkan dari twitter penerbit Gradien.

Rabu, 22 November 2017

Qiya dan Risha, si Detektif Cilik. Buku Solo Pertama

Tadinya saya pikir, tak akan terlalu sulit untuk menulis novel anak. Novel dengan genre untuk anak-anak. Saya sudah pernah menulis beberapa cerpen (meski susah payah) dan sekian dari beberapa itu lolos seleksi redaksi sebuah majalah. Jadiiii.... dengan berbekal pengalaman itu, mungkin mudah saja bagi saya untuk menulis yang lebih panjang dari cerpen yaitu novel. 

Maka, ketika saya mengikuti kelas Permen (Kelas Program Menulis Novel Anak) bersama Uni Dian Onasis, saya pikir saya tak akan menemui banyak kendala. Novel akan saya selesaikan dengan baik, kirim ke penerbit, diterima dan diterbitkan. 

Senin, 08 Mei 2017

Ahmad dan Domba Kecilnya

Setiap Islamic Book Fair tiba ada satu yang paling saya nanti, yaitu pengumuman buku-buku terbaik terutama untuk kategori fiksi anak terbaik dan fiksi dewasa terbaik. Dan tahun ini untuk fiksi anak terbaik diberikan kepada buku karya Wikan Satriati berjudul Ahmad dan Domba Kecilnya. Sementara Fiksi Dewasa terbaik diberikan kepada buku Tentang Kamu karya Tere Liye.
Fiksi Anak Terbaik IBF 2017
Ahmad dan Domba Kecilnya
Fiksi Anak Terbaik IBF 2017

Mendapati pengumuman tersebut saya merasa lega. Lega karena kedua buku itu sudah saya punya yang artinya saya tak perlu merogoh saku untuk membeli dua buku terbaik tersebut. Maklum saja, saya suka dibuat penasaran jika ada buku yang dianugerahi award seperti itu.

Selasa, 11 April 2017

Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari

            Dulu, saya pernah sebegitu penasaran dengan yang namanya minuman cokelat. Konon katanya berbeda antara minuman cokelat dengan susu cokelat. Apa daya yang ditemukan saat itu hanya susu cokelat. Jadi, untuk waktu yang lumayan lama saya menyimpan penasaran bagaimana rasanya minuman cokelat?

            Ketika pada akhirnya bisa menikmati, satu dua kali menyesap minuman cokelat, saya pun mengambil kesimpulan bahwa kopi lebih segalanya dari segelas cokelat. Minuman cokelat tak lagi jadi pilihan. Hingga kemudian, saya membaca sebuah novel karya Prisca Primasari yang berjudul Heartwarming Chocolate.
Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari
Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari

Rabu, 29 Maret 2017

Shining Hope, Novel Terbaru karya Adya Pramudita

Seringkali dua hal yang bertolak belakang sebenarnya saling membutuhkan satu sama lain. Saling mengingatkan sekaligus saling melindungi.

            Beberapa hal tersebut yang membangun cerita dalam novel Shining Hope karya terbaru dari Adya Pramudita.

            Novel Shining Hope menceritakan tentang gadis yang bernama Sigi Nalendra. Seorang gadis yang selalu bersyukur untuk setiap detik yang berhasil ia lewati. Gadis yang jika pergi tidur pada malam hari ia memasrahkan seluruh hidupnya pada Tuhan, karena tidak yakin ia dapat terbangun lagi pada pagi hari.

Kamis, 20 Oktober 2016

5 Cara Menarik Memperoleh Buku Murah Namun Tetap Bermutu


Memiliki ketertarikan untuk membaca menjadikan kita merasa perlu membeli buku terbaru secara teratur supaya memiliki kegiatan jelas. Rasanya ada yang kurang kalau saya lama tidak membeli buku.
Buku Terbaru 
Kegemaran membaca memang menjadi sangat bermanfaat terutama jika membaca bacaan yang berkualitas. Semakin banyak yang dibaca dan dipahami maka manfaatnya sangat besar, tidak harus dimanfaatkan saat itu juga. Namun yang namanya ilmu ke depannya akan tetap bermanfaat, sehingga akan sangat bagus bila membaca menjadi suatu budaya.

Senin, 10 Oktober 2016

Aplikasi Database Timbunan Buku

Entah sejak kapan suami meminta saya untuk membuat data buku-buku yang saya punya. Tapi, tetap saja rasa malas membelenggu hingga jawaban 'Nanti' selalu menjadi andalan. Sampai mungkin suami juga udah bosan dengan permintaannya itu sehingga tidak pernah lagi hal itu dia kemukakan.

Beberapa waktu yang lalu, beliau sedang mengutak atik excel yang udah jadi ‘mainan’ kesukaan beliau sejak dulu. Saya yang lagi asyik nonton pun nyelutuk, "Daripada ngerjain yang enggak jelas gitu, mending bikinin database buat timbunan buku."

Langsung diprotes sama suami. Dia protes karena saya nyebut kerjaannya enggak jelas. Wkwkwk... Ampuuuun :p

Selasa, 09 Agustus 2016

[Resensi] One Little Thing Called Hope - Winna Efendi

Sebenarnya di bulan Agustus ini, saya ikutan program #31HariBerbagiBacaan. Maksudnya sih untuk kembali menghidupkan blog dengan review atau resensi buku. Tapiii... Malasnya membaca buku dan nge-review-nya itu loh yang bikin saya belom setoran juga dari hari pertama.

Saya sebenarnya tipe pembaca yang malas-malas rajin. Kadang kalau udah kumat malasnya membaca buku, buku tidak selesai-selesai dibaca. Kalau lagi rajin, biasanya kalau ketemu buku menarik, saya bisa baca hanya dalam beberapa jam.

Begitu pula novel terbaru dari Winna Efendi ini. Saya baca sampai pukul 1 malam, kemudian tidur, dan kebawa mimpi pulak. Hahaha... Dilanjut lagi saat pagi harinya lalu selesai membacanya.

Selasa, 31 Mei 2016

Membangkitkan Semangat Membaca

            Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan akan kabar betapa rendahnya minat baca orang Indonesia. Berdasarkan 61 negara yang memiliki daftar literatur, kedudukan Indonesia berada di nomor 60. (Republika, 2016) Namun, kita juga bisa melihat betapa tingginya antusias para pemburu buku saat sebuah event yang bernama Big Bad Wolf diadakan di salah satu kota di Indonesia. (Nulis salah satu kota karena ragu, Jakarta atau Tanggerang sih? Tanggerang kali, ya. Xixixi…)
Timbunan Buku Siapa Ini?
            Dari antusias para serigala pemburu buku itu, mengapa minat baca Indonesia masih tergolong rendah? Apakah itu hanya euphoria sesaat atau banyak dari kita yang hanya suka menimbun buku namun berdalih tidak punya waktu untuk membaca buku? Di bagian pertanyaan kedua, saya merasa ngomong sama diri sendiri. Hiks…

Selasa, 24 Mei 2016

Kata 'Cerlang' dan Resensi Sang Penakluk Kutukan di Tribun Kaltim

Membaca adalah sarana menemukan kosakata baru, begitu yang pernah saya ceritakan di sini, dalam sebuah postingan yang berjudul Menemukan Kata-kata. Beberapa waktu yang lalu saat membaca, saya menemukan kata baru yaitu cerlang. Penasaran dengan kata tersebut, saya pun mencari di KBBI apa artinya.
Cerlang

Cerlang artinya cahaya terang, mencerlang artinya bercahaya atau berkilau, kecerlangan artinya keindahan atau keelokan. Seperti biasa agar saya bisa mengingat kata tersebut, maka saya akan menggunakannya. Saya gunakanlah kata tersebut dalam sebuah resensi untuk buku Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana pada kalimat “Tentang kebencian yang membutakan yang menutupi kebenaran walaupun kebenaran itu begitu cerlang di depan mata.” (Idih, boros kata ‘yang’)

Rabu, 11 Mei 2016

Apakah Oki Setiana Dewi Pernah Kuliah di Ummul Qura?


            Kabar tentang Oki Setiana Dewi (OSD) beredar dengan sangat deras beberapa hari ini. Banyak sekali yang share pernyataan ataupun komentar terkait OSD. Saya awalnya sempat mengernyit bingung, ada apa dengan OSD? Toh, medsos selalu menyediakan jawaban. Ada saja yang share link kemudian dapat kita ketahui info tersebut.

            Di antara hal-hal yang digugat orang-orang pada OSD adalah tentang ‘pengakuan’ OSD kalau pernah belajar di Universitas Ummul Qura’ di Mekkah. Benarkah? Padahal menurut pengakuan beberapa orang syarat masuk ke sana susah sekali dan bla bla bla yang intinya meragukan OSD pernah menempuh pendidikan di sana.

            Sebenarnya tentang proses belajarnya OSD di Mekkah ada dibicarakan tuntas di bukunya Cahaya di Atas Cahaya yang diterbitkan mizania pada tahun 2012. Ayo baca bukunya… Tapi itulah kebanyakan dari kita hanya hobi menimbun buku tapi enggan membaca. Kita? Loe aja kali, Yan #eh
Buku Oki Setiana Dewi

Senin, 09 Mei 2016

Madura dalam Cerita

Saya jarang sekali jalan-jalan ke luar daerah. Di antara yang jarang itu, Pulau Madura pernah dua kali saya singgahi. Pertama pada tahun 1992, tahun di mana saya pertama kalinya menjejak Pulau Jawa. Saat itu di Surabaya, menginap di rumah salah satu anggota keluarga. Sepupu mama saya ada yang tinggal di Bangkalan, Madura. Beliau pun menjemput saya dan keluarga untuk menginap di Madura. Maka berangkatlah kami sekeluarga saat itu dan menyebrang ke Madura memakai ferry.

Tahun demi tahun berlalu, saya kembali ke Surabaya di tahun 2010. Saat itu, Madura juga menjadi tujuan kami. Ingin mencoba melewati jembatan Suramadu dan mengunjungi sepupu mama saya yang masih bermukim di Bangkalan adalah 2 dari beberapa alasan ke Madura. Setelah tahun 92 menyebrang dengan ferry, di kunjungan berikutnya saya dan keluarga menyebrang melintasi jembatan terpanjanh di Indonesia itu.

Minggu, 13 Maret 2016

Curhat si Penimbun Buku

Akhir tahun banyak diskon bertaburan di mana-mana termasuk di toko buku. Gebyar diskon akhir tahun pun menggoyahkan tekad para penimbun buku yang katanya mau puasa beli buku dan pada kenyataannya tetap belanja buku, termasuk si penimbun buku. Memilah milih buku diskon di salah satu tobuk daring, menyambar dengan kata 'Mau' di lapak buku yang bersileweran di FB, dan akhirnya terjadilah transaksi belanja buku. 

Walaupun begitu, masih ada pembelaan terhadap apa yang dilakukannya. "Mumpung diskon, lho", "Bukunya langka, di toko buku udah enggak ada yang jual", "Udah lama pengin punya", dan beragam pembelaan lainnya yang membuat perasaan bersalah karena menambah timbunan buku menjadi pelan-pelan sirna. 

Jumat, 04 Maret 2016

I Will Survive

Sebuah novel tanpa konflik akan terasa hambar, maka dari itu, konflik adalah satu hal yang menjadi unsur pembangun dalam sebuah novel. Begitu pun dalam kehidupan, konflik atau masalah adalah sesuatu yang mutlak terjadi. Kehidupan tidak berjalan selalu mulus, ada kerikil hingga batu besar  yang harus dilewati.

Dalam buku I Will Survive yang ditulis oleh Riawani Elyta dan Oci YM, kita diajak untuk lebih mengenal masalah dan tentu saja bagaimana mengatasi masalah tersebut. Kerikil hingga batu besar yang kita temui dalam perjalanan kehidupan apakah harus kita lewati atau mengambil jalan lain agar dapat sampai ke tujuan?

Pada bab 1 yang berjudul Inilah realita hidup, pembaca akan diajak mengenal yang namanya masalah dan stress. Apakah setiap permasalahan yang tak kunjung selesai akan berujung stress?

Rabu, 27 Januari 2016

Ijak Perpustakaan Digital

Saya mengetahui tentang Ijak dari salah satu postingan seorang blogger. Kemudian beberapa kali membaca review dari para blogger buku yang menyebut kalau buku yang mereka review hasil pinjam di Ijak. Dari situ saya pun install aplikasi itu dari Playstore. Mendaftarkan diri saya ke sana. Melihat-lihat. Dan sudah, begitu saja.
Ijak di Playstore

Tidak tertarik dengan perpustakaan digital itu?

Dulu, tidak. Karena saya punya timbunan buku yang banyaaaak. Masa mau nambah timbunan lagi dengan minjam di perpus digital?

Kamis, 12 November 2015

Sincerely Yours


Suatu hari, Inge yang berprofesi sebagai penulis novel thriller ditelpon tetangganya. Tetangganya meminta tolong pada Inge karena ada yang salah minum obat di rumahnya. Alan, owner  Lindung Tentram yang menangani beragam keluhan warga tentang rumahnya menengak obat yang salah. Saat itu Alan mengeluh sakit. Diberikan aspirin ternyata isinya Esilgan, obat tidur yang biasanya diresepkan bagi penderita insomnia karena depresi klinis atau serangan cemas. Hal itulah yang membuat Alan seperti teler.

Tetangga Inge meminta tolong pada Inge karena tidak ingin ketahuab keluarganya menengak Esilgan tersebut. Inge memahami akan hal itu. Inge pun membolehkan Alan dipindahkan ke rumahnya. Alan yang berada di bawah pengaruh obat semalaman berada di rumah Inge. Itulah awal perkenalan Alan dan Inge.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...