Tampilkan postingan dengan label Dibalik Layar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dibalik Layar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

Kata 'Cerlang' dan Resensi Sang Penakluk Kutukan di Tribun Kaltim

Membaca adalah sarana menemukan kosakata baru, begitu yang pernah saya ceritakan di sini, dalam sebuah postingan yang berjudul Menemukan Kata-kata. Beberapa waktu yang lalu saat membaca, saya menemukan kata baru yaitu cerlang. Penasaran dengan kata tersebut, saya pun mencari di KBBI apa artinya.
Cerlang

Cerlang artinya cahaya terang, mencerlang artinya bercahaya atau berkilau, kecerlangan artinya keindahan atau keelokan. Seperti biasa agar saya bisa mengingat kata tersebut, maka saya akan menggunakannya. Saya gunakanlah kata tersebut dalam sebuah resensi untuk buku Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana pada kalimat “Tentang kebencian yang membutakan yang menutupi kebenaran walaupun kebenaran itu begitu cerlang di depan mata.” (Idih, boros kata ‘yang’)

Sabtu, 30 Januari 2016

[Dibalik Layar] Cerpen 'Rani Ditangkap Polisi' di Majalah Bobo

Semenjak suka menulis cerpen anak, saya kerap mengubek memori masa kecil untuk mendapatkan ide. Kenangan-kenangan akan masa lalu kemudian timbul di permukaan. Salah satunya pengalaman saya naik mobil polisi saat masih SD dulu.

Saya ingin menjadikan pengalaman tersebut sebuah cerpen. Tapi cerpen seperti apa? Saya belum tahu. Ibaratnya saya sudah punya bahan untuk memasak. Namun, mau dibikin apa bahan tersebut? Saya masih belum tahu. Sampai kemudian saya mendapatkan bahan baru untuk dimasak bersama bahan tersebut.

Bahan baru itu berupa perasaan gemes. Gemes melihat orang begitu mudahnya menyebarkan informasi tanpa cek dan ricek. Hanya sekali lihat atau baca, kemudian menyebarkan. Padahal belum tentu apa yang terlihat seperti kelihatannya atau bisa juga semuanya sudah basi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...