Tampilkan postingan dengan label Resensi Koran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Koran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Karya Pertama di 2017

            Alhamdulillah, tepat di tanggal 1 Januari 2017 kemarin, ada resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Resensi untuk buku Teman Baru Jung Yun yang ditulis oleh Ungu Lianza dan diterbitkan oleh Lintang Indiva. Ini karya pembuka di 2017, semoga diiringi karya-karya lainnya. Aamiin…

            Sebenarnya selepas membaca Teman Baru Jung Yun ini saya agak ngedumel dengan tokohnya yang Fahri banget. Itu loh Fahri di Ayat-ayat Cinta yang sempurna sekali. Alim iya, pintar iya, baik hati juga. Intinya segala kesempurnaan ada padanya. Hal ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman. Dan tanggapan teman-teman cukup membuat saya terpana.
Teman Baru Jung Yun

Minggu, 25 Desember 2016

Resensi Sabtu Bersama Bapak

Hai… hai…. Akhir tahun banyak film baru diputar di TV. Sekarang saya sedang menyaksikan film Sabtu Bersama Bapak. Kemudian ada teman nanya tentang ceritanya dan saya lupa. Hahaha…. Ingatnya sih garis besar cerita saja. Untunglah ada resensi yang membuat apa yang terlupa bisa teringat lagi.

            Novel Sabtu Bersama Bapak sudah saya baca pada tahun 2014. Resensinya saya kirim ke Tribun Kaltim dan dimuat di sana pada tanggal 12 Oktober 2014. Ternyata resensinya belum saya posting di blog ini. Ya udah deh, mumpung lagi ingat saya posting saja. Happy Reading ^_^
Resensi Sabtu Bersama Bapak di Tribun Kaltim
Judul diubah redaksi dari yang saya kirim

***

Selasa, 08 November 2016

Cinta dalam Segala Musim



            Minggu, 6 November 2016 kemarin ada satu resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Berbeda dengan beberapa resensi sebelumnya yang dimuat dalam waktu singkat, untuk resensi kali ini saya menanti cukup lama. Sekitar tiga pekan. Padahal biasanya, langsung dimuat. Malahan pernah saya kirim hari Sabtu, esok harinya di hari minggu sudah dimuat. 
Resensi Cinta Segala Musim
            Sempat berpikir kalau resensi ini belum layak muat. Ketika curhat ke suami, seperti biasa dia akan bilang “Nulis lagi.” Hehehe…. Oya, ini resensi untuk novel Cinta Segala Musim. Judul diubah oleh redaksi yang awalnya ‘Menyingkap Makna dalam Ujian’ menjadi ‘Cinta dalam Segala Musim’. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang kehidupan suami istri, Rae dan Rampak. 

Senin, 09 Mei 2016

Madura dalam Cerita

Saya jarang sekali jalan-jalan ke luar daerah. Di antara yang jarang itu, Pulau Madura pernah dua kali saya singgahi. Pertama pada tahun 1992, tahun di mana saya pertama kalinya menjejak Pulau Jawa. Saat itu di Surabaya, menginap di rumah salah satu anggota keluarga. Sepupu mama saya ada yang tinggal di Bangkalan, Madura. Beliau pun menjemput saya dan keluarga untuk menginap di Madura. Maka berangkatlah kami sekeluarga saat itu dan menyebrang ke Madura memakai ferry.

Tahun demi tahun berlalu, saya kembali ke Surabaya di tahun 2010. Saat itu, Madura juga menjadi tujuan kami. Ingin mencoba melewati jembatan Suramadu dan mengunjungi sepupu mama saya yang masih bermukim di Bangkalan adalah 2 dari beberapa alasan ke Madura. Setelah tahun 92 menyebrang dengan ferry, di kunjungan berikutnya saya dan keluarga menyebrang melintasi jembatan terpanjanh di Indonesia itu.

Sabtu, 02 April 2016

[Resensi Koran Jakarta] Meet the Sennas

Ini adalah salah satu resensi saya yang dimuat di Koran Jakarta. Dimuat pada saat hari-hari pelaksanaan Ujian Nasional dua tahun yang lalu yaitu tahun 2014. Maka, benarlah apa yang dikatakan orang-orang, salah satu pendukung agar suatu karya dimuat adalah momennya pas. Seperti resensi ini. Tentang UN dan dikirim saat UN berlangsung.

            Buku yang saya resensi adalah buku karya Orizuka. Salah satu penulis favorit saya. Rasanya lama sekali tidak membaca karya Orizuka #kode. Orizuka penulis Indonesia, loh. Bukan penulis luar negeri. Saya menyukai karya-karyanya.

            Dan sebagai penutup pengantar kali ini, cuma mau bilang Happy Reading ^_^
Meet The Sennas
Usaha Anak SMA Menaklukkan Matematika dalam Ujian Nasional
Oleh : Hairi Yanti

Senin, 28 Maret 2016

Cerpen di Bobo dan Resensi di Tribun Kaltim

Hari minggu kemarin saya dapat dua kabar gembira. Pertama dari Uni Dian Onasis yang mengabarkan kalau ada cerpen saya di Majalah Bobo. Alhamdulillah... Senang banget. Cerpen saya itu berjudul Krayon Apri. Cerpen satu halaman. Saya kirim pada bulan Januari 2015. Jadi, ada sekitar 14 bulan masa tunggu hingga dimuat. Tapi tidak mengurangi kesyukuran saya. Cerpennya bisa dibaca di majalah Bobo yang terbit kamis ini :D
 
Cerpen Krayon Apri di Majalah Bobo
 Sore harinya saya dapat kabar gembira lagi. Kali ini dari Mbak Tri Wahyuni Zuhri yang mengabarkan ada resensi saya di Tribun Kaltim. Asyiiik.. Alhamdulillah... Rasanya lama sekali resensi saya tidak dimuat di media. Kangen banget ngeresensi lagi. Tapi sering dikalahkan sama rasa malas. Huhuhu...

Senin, 30 November 2015

[Resensi] Memanfaatkan Waktu yang Tak Akan Kembali

            Priceless Moment adalah salah satu novel terbaik yang saya baca di tahun 2014. Novel yang bikin saya nangis Bombay. Saya sungguh suka bagaimana Prisca Primasari menulis di novel ini. Novel ini bahkan sudah menarik perhatian saya pada kalimat awal pembukanya.

Pada masa berkabung, hanya beberapa jam setelah Esther meninggal, Yanuar memahami bahwa akan ada saat dia harus memasak sendiri untuk Hafsha dan Feru.

Alhamdulillah, resensi saya untuk novel ini dimuat di Koran Jakarta pada tanggal 8 September 2014. Berikut resensinya.

Happy Reading ^_^

Memanfaatkan Waktu Yang Tak Akan Kembali
Oleh : Hairi Yanti

Seorang ayah selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya termasuk yang utama adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Sebagai tulang punggung keluarga, sering para ayah tidak menyadari, kalau kesibukannya mencari nafkah sampai tidak mengenal waktu justru merenggut waktu mereka bersama keluarga. Hal itulah yang dialami Yanuar. Ayah dari dua anak Hafsha dan Feru.

Kamis, 26 November 2015

[Resensi] Mengintip Kehidupan Pengantin Baru

            Novel bercerita tentang pernikahan memang masih menjadi favorit saya. Salah satunya novel yang berjudul Tummy Marriage ini. Selain bercerita tentang kehidupan pernikahan pengantin baru, novel ini juga menghadirkan resep-resep masakan yang sepertinya gampang buat dicoba.

            Saya juga kemudian search nama penulisnya dan ketemu blog penulisnya dan suka aja gitu dengan gaya menulis penulisnya. Mungkin karena itulah saya juga suka novel-novelnya.

            Resensi novel ini saya kirimkan ke harian Tribun Kaltim dan dimuat pada tanggal 2 November 2014. Bagaimana mengirim resensi ke Tribun Kaltim? Kirim resensi + data diri + foto diri ke email red.minggu@gmail dot com

Sabtu, 31 Oktober 2015

Awal yang Baru Mengirim Resensi ke Media

Mengulas sebuah buku adalah kesenangan saya sejak dulu, sejak saya menggandrungi yang namanya membaca. Setelah membaca buku rasanya otak saya ini penuh sekali, ada banyak hal yang ingin saya keluarkan atau ceritakan. Salah satu cara bercerita saya akan buku tersebut dengan menulis ulasan, review, atau resensinya di blog. Blog saya pun penuh dengan cerita tentang buku, buku, dan buku. 

Sekitar tahun 2013, saya mendapati beberapa teman saya mengabarkan tentang resensi mereka yang dimuat di media. Oh... Saya melongo. Takjub sebentar. Ternyata peluang menulis di media tidak hanya selalu berbentuk cerpen atau opini. Ulasan tentang buku juga bisa tampil di media cetak.

Kendala muncul saat membaca resensi teman-teman yang dimuat di media saya merasa... Oh.. Ini bukan saya banget. Kenapa? Saya terbiasa bebas dan lepas saat meresensi. Menuangkan semua yang ada di pikiran saya. Saat itu saya tidak mau tunduk dengan aturan yang harus saya patuhi saat meresensi yang ditujukan untuk media.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...