Tampilkan postingan dengan label Kompas Minggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompas Minggu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

[Cerpen Kompas Anak] Lari, Rheina!

            Memilih nama tokoh dalam cerita kadang memang bikin mumet. Walau mengaku tidak terlalu memikirkan nama dengan begitu detail, tapi kerap saya kehabisan ide juga memberi nama untuk tokoh dalam cerita. Beberapa kali nama yang saya gunakan berulang sehingga nama yang saya pakai itu-itu saja.

            Salah satu sumber ide nama saya adalah dari film yang saya tonton. Saya pernah menulis cerpen remaja dengan tokohnya bernama Kai. Ketika ada seorang teman yang membacanya, dia bilang nama yang saya pakai sama dengan nama tokoh pada novel karya Windry Ramadhina. Padahal, saya memakai nama Kai karena merujuk pada film yang baru saya tonton saat itu yaitu 47 Ronin. Tokohnya juga bernama Kai, kan?

            Pada satu-satunya cerpen yang dimuat di Kompas Anak ini juga saya memilih nama tokohnya berasal dari film yang baru saya tonton yaitu Rush. Niki, kakak dari Rheina di cerpen ini, ide namanya dari Niki Lauda. Cerpen ini dimuat di Kompas Anak pada tanggal 29 Juni 2014 dan sampai Kompas Anak berhenti terbit cuma satu cerpen ini yang berhasil dimuat. Hiks. Sekarang Kompas Anak sudah berhenti terbit. T_T
            

Senin, 29 Februari 2016

Selamat Jalan, Kompas Anak

Kemarin sebuah kabar mengejutkan datang. Kompas Anak tak lagi terbit mulai pekan depan. Sebenarnya Kompas Anak bukan media tersendiri, ia bagian dari koran Kompas yang hadir setiap hari minggu. Belilah koran Kompas di hari minggu, maka akan ada halaman untuk anak-anak. Kompas Anak begitu biasa ia disebut.

Sebenarnya kabar akan sesuatu sudah diumumkan Kompas Anak beberapa hari sebelumnya. Alih-alih menduga kabar sedih, sebagian dari komentar yang masuk malah berharap itu adalah kabar bahagia karena disebutkan juga akan ada dua cerpen yang dimuat. Saya malah berharap Kompas Anak terbit tersendiri, bukan menjadi bagian dari Kompas. Seperti tabloid khusus untuk anak-anak.

Nyatanya, itu semua hanya harapan saya. Hari sabtu kabar itu terasa terang. Kompas Anak kembali memasang status dengan nada sedih. Saya menduga satu hal. Ternyata yang menduga hal tersebut bukan hanya saya. Yah... Dugaan kalau Kompas Anak akan ditutup.

Jumat, 06 November 2015

Tata Cara Mengirim Dongeng Nusantara Bertutur

                Nusantara Bertutur adalah salah satu rubrik di koran Kompas pada hari minggu. Udah sering sih lihat teman-teman yang karyanya dimuat di Nusantara Bertutur. Udah sering juga lihat tema per bulannya. Tapi ada aja alasan dibalik tidak mengirimkan tulisan tersebut. Alasan utamanya sih karena malas. Duh!

                Jadi, kemarin saya sok nyoba nulis buat Nubi alias Nusantara Bertutur. Saya pun nulis dengan patokan panjang tulisan sebanyak 2000 karakter. Udah selesai lah satu tulisan. Cek jumlah karakternya, ups, 2500 karakter. Maka gunting pun beraksi. Edit sana sini. Sehingga… Tadaaaa…. Jadilah tulisan 2000 karakter.

                Sewaktu saya cek http://nusantarabertutur.com/  ternyata syarat buat ngirim dongeng ke sana 2500 karakter. Halooo… Buat apa tadi gunting saya beraksi? Mana saya enggak nyimpan tulisan sebelum diedit. Hiks. Nah, supaya teman-teman tidak mengalami hal seperti saya. Yuk, simak apa aja syarat ngirim dongeng ke Nubi. Sebenarnya sih nulis ini buat catatan saya sendiri juga. Saya sering lupa :p
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...