Sebuah film yang
diadaptasi dari novel tentulah punya tantangan sendiri dalam proses
pembuatannya. Ada banyak detail yang ada di dalam novel, yang mungkin tak bisa
‘diterjemahkan’ dalam bentuk visual. Belum lagi dengan alasan durasi, ada
bagian-bagian yang tak bisa diadakan. Kalau bicara tentang ekspektasi para
pembaca, waaah.. itu lebih rumit lagi untuk berhasil dipuaskan.
Pembaca biasanya saat membaca sebuah cerita
punya gambaran masing-masing dalam imajinasinya bagaimana cerita berjalan. Pembaca
yang satu berbeda dengan yang pembaca yang lain. Bayangkan aja kalau ada 1000
pembaca, memuaskan imajinasi mereka? Tak mungkin lah ya.